Gaya Busana Pria yang Lagi Naik Daun di Kalangan Anak Muda

Dulu, saya liat di kampus banyak mahasiswa mulai ninggalin kemeja lengan panjang sama celana jeans ketat. Mereka beralih ke kaos oversized, celana cargo longgar, dan sneakers chunky. Perubahan ini nggak doang soal kenyamanan, tapi juga identitas. Dari komunitas skate lokal sampai grup fesyen di Twitter, tren busana pria di Indonesia makin jelas: santai, fungsional, dan sedikit norak yang keren bangeet.
Tiga Gaya yang Paling Sering Muncul
Pertama, streetwear lokal. Merek seperti Erigo, Rooder, dan Benhill jadi favorit karena harganya terjangkau tapi desainnya up to date. Alih-alih logo besar, sekarang anak muda milih potongan longgar dan bahan tebal. Kombinasi hoodie hitam, celana kargo, dan sepatu Combat menjadi andalan di area kampus atau mal. Yang menarik, banyak yang mulai custom sendiri — menambahkan patch atau bordir agar bajunya unik. Di Pulaureusam, tempat saya tinggal, toko baju vintage juga mulai ramai menjual jaket denim second dari Jepang dan Thailand.
Kedua, gaya vintage 90-an. Kemeja flanel dilapisi kaos putih, jaket baseball, dan jeans sobek biasa dipadukan dengan sneakers retro seperti Nike Air Force 1 atau Adidas Gazelle. Gaya ini populer di kalangan penggemar musik indie dan fotografi film. Lucunya, mereka sering sengaja beli baju kebesaran di thrift store — bukan karena nggak pas, tapi justru itu yang dicari. Fenomena oversized udah merebak sejak pandemi, dan sampai sekarang masih jadi standar busana pria informal.
Ketiga, monokrom minimalis. Warna hitam, putih, abu-abu, dan navy mendominasi. Gaya ini lebih rapi tapi tetap kasual — cocok buat yang ingin tampil gampang tapi nggak dianggap asal pakai. Banyak content creator fashion pria di Instagram mempromosikan palet ini karena mudah dipadupadankan. Cukup miliki kemeja putih, celana chino hitam, dan sepatu putih, udah bisa keluar rumah tanpa mikir panjang. Menurut pengamatan saya, gaya monokrom paling banyak dipakai di acara semi-formal kayak kumpul komunitas atau nongkrong di kafe.
Intinya, tren busana pria di Indonesia lagi seru. Dari streetwear lokal sampai vintage thrifted, semuanya nunjukin bahwa pria sekarang lebih bebas bereksperimen. Nggak perlu mahal, yang penting nyaman dan punya cerita. Selagi masih bisa cari kaos lengan panjang bermotif abstrak di pasar loak, kenapa nggak?
